Powerful Inspirational true story…Don’t give up!
Posted by andriaspurwoko pada Januari 19, 2012
Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
Talk – Speak – Tell
Posted by andriaspurwoko pada Januari 19, 2012
Ditulis dalam Talk - Speak - Tell | Tinggalkan sebuah Komentar »
Gerund vs Infinitive
Posted by andriaspurwoko pada Januari 19, 2012
Ditulis dalam Gerund vs Infinitive | Tinggalkan sebuah Komentar »
7 Easy Steps To Create A Pamphlet
Posted by andriaspurwoko pada Februari 12, 2010
desc
Ditulis dalam English | Tinggalkan sebuah Komentar »
Although and Even though
Posted by andriaspurwoko pada Oktober 31, 2009
Ditulis dalam Although Vs Despite | Tinggalkan sebuah Komentar »
Conditional Sentences Video
Posted by andriaspurwoko pada Oktober 31, 2009
Ditulis dalam Conditional Sentences | Tinggalkan sebuah Komentar »
Reported Speech Video
Posted by andriaspurwoko pada Oktober 31, 2009
Ditulis dalam Reported Speech, Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
Passive Voice video
Posted by andriaspurwoko pada Oktober 31, 2009
Ditulis dalam Passive Voice, Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
Puisiku
Posted by andriaspurwoko pada Oktober 6, 2009
Malam telah begitu larut.
Terasa mataku mengantuk.
Ku rebahkan tubuhku,
Terlelap dalam tidur;
Ke dalam mimpi terbawa aku.
Namun…
Tanpa terasa fajar telah menjemput.
Enggan rasanya tuk terbangun.
Ingin terus ku rebahkan tubuh
Yang masih terasa kaku
Namun…
Akankah terus ku terlena dalam ranjangku,
Menikmati mimpi yang telah berlalu?
Bagaimanakah impian-impianku?
Akankah ku biarkan mereka berlalu
Bersama angin tersapu?
Tidak!
Aku bangun.
Ku langkahkan kakiku
Tuk menyambut hari baru.
Ku rasakan dibelai wajahku
Oleh angin sejuk nan lembut.
Ku rasakan hangat tubuhku dipeluk
Oleh mentari yang menyambut.
Ku rasakan…
Ku rasakan di dalam hatiku
Kehadiran Sang Penguasa hidup.
Dan ku tahu
kan ku lalui hariku
Dengan penuh syukur.
Karena ku tahu
Tuhan besertaku.
By: Andrias Purwoko
(Karangpandan, 2-3 October 2009)
Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »
Si Semut yang kecil
Posted by andriaspurwoko pada September 25, 2009
My creativity awaits my discovery. It’s there. I will release it from the clutches of my ego. – Anon.
Aku berdiri di luar rumah, menikmati suasana sore yang tenang. Kemudian pandanganku tertuju pada barisan semut yang berjalan di tembok. Semut-semut itu berjalan dalam satu jalur yang tetap. Ada yang membawa benda, mungkin makanan, di kepala atau mulut mereka, ada pula yang tak membawa apa-apa. Satu hal lain yang menarik perhatian saya adalah perilaku semut-semtu tersebut ketika berpapasan. Mereka saling ‘berciuman’, mungkin saling menyapa. Aku bertanya pada dirik sendiri apa yang sebenarnya mereka lakukan dan apa maksud dari perilaku tersebut.
Kemudian satu hal yang usil muncul dipikiranku; bagaimana seandainya jalur semut itu aku putus? Apa yang akan terjadi, ya? Tanpa pikir panjang aku gosok jalur semut itu, kira-kira selebar 1.5 cm. ketika semut-semut itu sampai pada bagian yang aku ganggu, mereka bingung. Mereka tidak bisa melewati jalur yang telah aku gosok tersebut; mungkin mereka kehilangan jejak. Ada semut-semut yang langsung berputar kembali ketika sampai pada bagian itu, ada yang berputar-putar sebentar kemudian berputar kembali, ada yang berbelok ke kanan atau kiri kemudian bingung dan kembali ke jalurnya semula, ada yang berputar-putar dan menemukan jalur yang harus dilaluinya. Perilaku yang cukup menarik.
Mungkin banyak pelajaran yang dapat dipetik dari kejadian di atas. Namun satu hal yang terlintas dipikiran saya adalah kadang-kadang kita seperti semut-semut tersebut. Kita terjebak pada suatu rutinitas atau kemonotonan hidup, sehingga seolah-olah sudah menjadi bagian hidup yang kita yang tak terlepaskan/terpisahkan yang mengakibatkan kita terkadang tidak dapat menerima hal-hal baru atau tantangan yang sepertinya sangat berisiko.
Kejadian itu bisa juga menggambarkan sikap kita ketika menerima suatu hal sebagai satu-satunya hal yang baik dan benar dan menutup atau tidak mau menerima hal-hal lainnya. Atau bisa juga menggambarkan suatu keadaan pada diri kita yang terpancang pada satu metode atau cara untuk menghadapi suatu tantangan, jadi ketika kita dihadapkan pada hal yang belum pernah kita hadapi sebalumnya kita menjadi panic.
Karang Pandan, 7 September 2009
Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar »